IPA TENTANG PERPINDAHAN ENERGI PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN

BAB I

                                                   PENDAHULUAN                 

 

A. Latar Belakang

Pembelajaran dalam mata pelajaran IPA secara umum menekankan pada hasil belajar yang bersifat pragtis. Hal ini dikarenakan materi dari mata pelajaran IPA berorientasi pada benda-benda alam yang berada di lingkungan sekitar siswa. Tingkatan kandungan materi juga sangat bervariasi, yang salah satunya memiliki sifat eksperimental. Hasil belajar dalam pembelajaran materi ini siswa tidak dapat memahami secara penuh tanpa melalui kegiatan eksperimen.

Sehubungan dengan pokok materi yang dibahas, yaitu perpindahan energi panas tentunya tidak cukup dalam mengupayakan pemahaman siswa tentang konsep yang bersifat kognitif hanya dengan penjelasan secara pragmatis. Lebih dari itu, materi ini perlu pembuktian secara praktis yaitu dengan mendemontrasikan melalui percobaan.

Terkait dengan hal-hal diatas, yang perlu diperhatikan juga adalah kondisi siswa yang belajar. Siswa kelas IV sekolah dasar dipandang dari sudut masa perkembangan jiwanya masih berada pada dunia bermain dan kepekaan memorinya masih berorientasi pada hal-hal yang bersifat konkrit. Sebuah konsep akan lebih mudah dipahami manakali dapat alami dan dinikmati secara jelas. Materi pokok tentang perpindahan energi panas akan menghasilkan  pemahaman yang abstrak manakala prosedur dan strategi pembelajaran ditentukan dengan tepat. Sangat tidak mungkin bila siswa dituntut menerima materi kemudian siswa dituntut menghafal dan memahami dari definisi tentang perpindahan energi panas dengan menirukan definisi yang dilafalkan oleh guru atau yang dijabarkan dalam buku paket. Termasuk juga bila siswa dituntut mengungkapkan pengertian dari perpindahan energi panas dan penjabarannya dengan bahasa yang sama dari istilah yang sama. Hal inilah yang dimaksud pembelengguan kreativitas belajar siswa dalam membangun pemahaman materi yang diajarkan.

Beberapa fenomena diatas merupakan ciri khas dari proses pembelajaran yang bersifat tradisional. Tapi belum berarti model pembelajaran tersebut tidak lagi diterapkan pada model pembelajaran era sekarang ini.

Yang perlu kita perhatikan pada sebuah prinsip, bahwa segala sesuatu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak sedikit dari fakta tentang penerapan pembelajaran model tradisional mampu menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi. Dan sebaliknya penerapan model pembelajaran yang baru yang lebih cenderung pada kontektualitas justru mempersempit pemahaman siswa pada sebuah konsep. Prinsip yang perlu dibangun adalah bahwa sebuah sistem tidak akan mampu berdiri sendiri, termasuk sebuah sistem yang berhubungan dengan dunia pendidikan.

Atas dasar pemikiran diatas penulis merumuskan sebuah judul Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Pemahaman siswa kelas IV dalam pembelajaran IPA tentang perpindahan energi panas melalui metode eksperimen. Perumusan judul tersebut didasarkan pengalaman seorang guru dalam proses pembelajaran yang terkait suasana dan kondisi belajar siswa serta hasil belajar yang dicapai dalam pokok materi perpindahan energi panas dengan menerapkan pembelajaran tradisional. Kemudian dibandingkan dengan penerapan pembelajaran yang ditetapkan sebagai refleksitas tindakan. Hasil laporan ini menekankan pada kesimpulan yang valid bahwa materi pokok perpindahan energi panas akan lebih tepat dengan menerapkan metode eksperimen dengan pendekatan ketrampilan proses dengan didukung media tiga dimensi yang berwujud nyata.

B. Rumusan Masalah

Dari paparan diatas dapat diambil sebuah rumusan masalah yang meliputi :

  1. Bagaimana penerapan metode eksperimen dalam proses pembelajaran IPA pada materi pokok perpindahan energi panas ?
  2. Apakah penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi pokok perpindahan energi panas ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk :

  1. Mendeskripsikan penerapan metode eksperimen pada proses pembelajaran IPA dengan materi pokok perpindahan energi panas.
  2. Mendeskripsikan tentang tingkat pemahaman siswa tentang perpindahan energi panas melalui metode eksperimen

D. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat dari kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini, yaitu :

  1. Secara urgensif sebagai peningkatan kompetensitas bagi guru yang melakukan penelitian
  2. Hasil penelitian yang telah tersusun dalam bentuk laporan akan menambah referensi pada satuan lembaga pendidikan tersebut.
  3. Manakala penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang valid akan bermanfaat sebagai acuan bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan kompetensitasnya.

 

Tentang ptk penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan kelas ptk, proposal penelitian tindakan kelas, contoh penelitian tindakan kelas, laporan penelitian tindakan kelas, penelitian ptk, contoh ptk, proposal ptk, laporan ptk, ptk bahasa

kami mempunyai koleksi PTKdan PTS yang dapat digunakan sebagai bahan referensi atau acuan dalam pengembangan penelitian tindakan kelas (PTK) selanjutnya. Dan juga menerima kerjasama dalam mempublikasikan PTK dan PTS di sini, sebagai ganti karya anda akan di hargai, sehingga dari pihak pembeli dan pembuat PTK dan PTS saling di untungkan.
Pos ini dipublikasikan di Kumpulan PTK. Tandai permalink.

Satu Balasan ke IPA TENTANG PERPINDAHAN ENERGI PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN

  1. Ping balik: Penelitian Tindakan Kelas | ptk PAUD – ptk penelitian tindakan kelas – ptk pkn sd – ptk sd kelas 1 – taman kanak-kanak – penelitian tindakan kelas – penelitian tindakan kelas matematika – penelitian tindakan kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s