PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN REMEDIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS V SDN … DALAM MEMAHAMI MATERI KEBEBASAN BERORGANISASI

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Dalam UUD 1945 telah diatur hak warga negara Indonesia berorganisasi secara bebas khususnya dalam pasal 28 yaitu kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang‑undang. Kebebasan berorganisasi harus diiringi dengan sikap yang demokratis. Sikap yang tidak hanya dapat menikmati hak kebebasan individu tetapi juga harus memikul tanggung jawab secara bersama‑sama dengan orang lain untuk membentuk masa depan yang cerah. Jika masing-masing individu dalam suatu organisasi yang akan dibentuk memiliki sikap demokratis, maka organisasi tersebut akan dapat mewujudk­an tujuan yang ingin dicapai.

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan selain keluarga dan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mendidik suatu individu agar mengerti akan kebebasan berorganisasi dengan sikap yang demokratis. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), pembelajaran kebebasan berorganisasi diberikan sebagai salah satu materi dalam mata mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pemberian materi pembelajaran didasarkan pada kurikulum 2006 Berstandar Kompetensi (KBK) Sekolah Dasar dan Madrasah lbtidaiyah yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokusk­an pada pembentukan diri yang beragam segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berk­arakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan, dari pembelajaran pendidikan kewarganegaraan tersebut adalah untuk memberikan kompetensi‑kompetensi sebagai berikut:

  1. Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
  2. Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam. kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter‑karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa‑bangsa lainnya
  4. Berinteraksi dengan bangsa‑bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Di SDN …………… 1 Kec. …………… Kab. ……………, pembelajan pendidikan kewarganegaraan khasusnya materi kebebasan berorganisasi diberikan kepada siswa kelas V semester genap dengan waktu pernbelajaran 2 x 35 menit. Pembelajaran telah dilaksanakan dalam rangka penelitian tindakan kelas tanggal 3 Maret 2008 dengan dibantu teman sejawat (Bapak Jupri, S.Pd)­. Pada evaluasi pembelajaran yang dilakukan dengan tes tertutis, didapatikan bahwa dari 100 % (25 siswa) yang mengikuti tes, hanya 20 % (5 siswa) yang dianggap mampu memahami materi pembelajaran karena nilai yang didapat sudah sesuai dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan (66) pihak­ sekolah dan 80 % (20 siswa) masih dianggap belum mampu.

Dari hasil pengamatan tersebut, Guru (peneliti) meminta bantuan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab kegagalan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakam Terdapat beberapa masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yaitu:

  1. Penguasaan siswa terhadap materi pelajaran sangat rendah.
  2. Guru kurang dapat menarik perhatian siswa.

B.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

Bagaimana upaya peningkatan kemampuan pemahaman siswa  kelas V SDN …………… 1 Kec. …………… Kab. …………… terhadap materi kebebasan berorganisasi melalui pembetajaran remedial?

C.    Tujuan

Mendeskripsikan tingkat kemampuan pemahaaman. siswa kelas V SDN …………… 1 Kec. …………… Kab. …………… terhadap, materi kebebasan berorganisasi setelah pembelajaran remedial.

D.    Manfaat

Peneliti berharap laporan Penelitian program perbaikan pembelajaran ini dapat dirasakan manfaatnya bagi:

Siswa

Siswa dapat memahami pelajaran yang disampaikan Gurunya sehigga, pembelajaran menjadi aktif,  kreatif dan menyenangkan.

Guru

Lebih bijaksana dalam melihat kesulitan siswa serta dapat memilih metode mengajar yang sesuai sehingga dalam proses belajar mengajar memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan semua pihak

Dapat berkembang secara. professional karena dapat menunjukkan babwa, ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya

Membuat Guru lebih percaya diri, guru marnpu melaksanakan analisis, kinerjanya sendiri dalam kelas sehingga menemukan kekuatan dan kelemahan dan kemudian mengembangkan alternatif untuk mengatasinya

Mendapat kesempatan berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri.

Mahasiswa

Memperoleh tambahan pengalaman dan pengetahuan tentang manfaat dan pengaruh pembelajaran remedial pendidikan kewarganegaraan khususnya yang berhubungan kebebasan berorganisasi.

Tentang ptk penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan kelas ptk, proposal penelitian tindakan kelas, contoh penelitian tindakan kelas, laporan penelitian tindakan kelas, penelitian ptk, contoh ptk, proposal ptk, laporan ptk, ptk bahasa

kami mempunyai koleksi PTKdan PTS yang dapat digunakan sebagai bahan referensi atau acuan dalam pengembangan penelitian tindakan kelas (PTK) selanjutnya. Dan juga menerima kerjasama dalam mempublikasikan PTK dan PTS di sini, sebagai ganti karya anda akan di hargai, sehingga dari pihak pembeli dan pembuat PTK dan PTS saling di untungkan.
Pos ini dipublikasikan di Kumpulan PTK dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s